Senin, 30 Desember 2013

Trend Fashion Yang Dapat Merenggut Nyawa Seseorang

Pada abad ke 19, fashion sudah dikenal oleh banyak orang dan tidak dapat jauh dari dunia wanita. Akibatnya untuk tetap bisa tampil fashionista dan trendi, hal apapun akan mereka lakukan.
Termasuk hal-hal yang dapat membuat nyawa mereka terenggut. Berikut orang-orang ini pernah meninggal karenanya:

1. Crinoline

Pada abad 19, para wanita kerap menggunakan rok mengembang atau biasa disebut Crinoline yang merupakan alat yang digunakan pada bagian pinggang seseorang agar terlihat lebih ramping dan indah. Alat ini terbuat dari bulu kuda, benang, atau bahkan baja. Namun ternyata alat ini juga sangat mematikan. Pasalnya, seorang wanita tewas karena tersapu dan terbawa air laut. tetapi ia tak mampu menolong dirinya akibat Crinoline yang terikat pada tubuhnya dan memberatkan dirinya untuk berenang.
Bahkan, istri seorang penyair Henry Wadsworth Longfellow juga tewas terbakar akibat lampu gas yang bocor dan wanita ini tak dapat keluar secepat mungkin akibat pakaian yang terjebak di pintu keluar.
 

2. Korset

Pada jaman dahulu sekitar abad ke 19, mempunyai tubuh indah dinilai dari pinggul yang kecil dan pantat yang besar, sehingga sebagian wanita memilih untuk menggunakan korset dimana benda itu akan sangat menekan dan menyiksa tubuh .
Semakin besar keinginan mereka, semakin kencang pula tali yang diikat pada korset mereka. Padahal, saat korset dikenakan dengan sangat erat, cara bernapas seseorang akan jauh di luar cara seharusnya. Bahkan dapat membuat organ dalam tubuh berubah letak dan tentu merupakan hal yang sangat tidak baik.
Tahun 1903, seorang wanita meninggal mendadak akibat dua buah korset yang ia gunakan sekaligus di tubuhnya.

3. Footbinding

Footbinding, atau 'kaki lotus' adalah suatu kebiasaan bagi perempuan di China dari sekitar abad ke-8 sampai awal 1900-an. Di abad itu kecantikan wanita China dilihat dari kecil dan mungilnya kaki yang mereka miliki. Akibatnya, walau tak mencukupi, mereka akan memaksakan kaki normal mereka masuk ke dalam sepatu lotus hingga pada akhirnya kaki mereka pun mengecil.
Pertama-tama, kaki akan dimasukkan pada bak yang sudah berisi campuran air cuka dan tumbuhan alami. Kemudian diperban untuk menekan kaki agar dapat mengecil dan masuk ke dalam sepatu lotus. Padahal, cara ini dipercaya dapat memotong sirkulasi di jari kaki dan juga mengakibatkan infeksi yang dapat mengancam nyawanya. Namun, menurut mereka, meninggal dalam keadaan kaki yang cantik merupakan hal yang membanggakan.

4. Kerah tinggi


Ternyata tak hanya wanita saja yang ingin terlihat cantik dan sempurna. Pasalnya, pria juga rela menyiksa diri mereka dengan menggunakan The Stiff High Collar, yaitu kerah keras yang berfungsi untuk membuat leher nampak tinggi dan tegak.
Di abad 19 itu sendiri, ketegakkan leher mempunyai kaitan erat dengan kejantanan seksual yang dimiliki pria. Padahal, cara ini merupakan satu hal aneh dan juga sangat berbahaya.
Kerah ini dipercaya dapat memotong sirkulasi udara antara mulut dan rongga di leher. Bahkan juga mampu mencekik seorang pria yang berada dalam keadaan tak sadarkan diri seperti mabuk. Pada tahun 1800, banyak kasus-kasus gangguan pencernaan yang terkait dengan kerah tersebut. Sampai akhirnya kerah inipun lantas diberi nama Vatermorder atau pembunuh pria.

5. Make up timah
 
Pada 1760 Marie Gunning, seorang wanita bangsawan Irlandia yang terkenal karena kecantikan dan kulit porselen putihnya, menjadi korban pertama keracunan timbal kosmetik. Tren make up yang terbuat dari timah dan lotion ini ternyata masih berkembang hingga jaman Yunani kuno di tahun 1920.
Padahal, tren ini dapat membunuh para penggunanya dengan banyak gejala. Pelan tapi pasti, para pengguna make up timah ini akan mengalami kerusakan otak, sistem saraf, bahkan kelumpuhan.

6. Ikat Kepala

Pada abad 17 dan 18, tren fashion yang berjaya di Perancis adalah sebuah ikat kepala yang terdiri dari renda, pita, dan terkadang topi kecil yang telah direndam terlebih dahulu ke dalam bensin sebelum dirangkai dan dikenakan di kepala. Dan disinilah bahaya mulai mengancam. Seorang wanita yang merupakan penemu hiasan ini meninggal pada usia 20 tahun. Waktu itu Angélique de Fontanges berdiri terlalu dekat dengan lilin yang lantas menyebabkan hiasan di kepalanya dengan cepat terbakar akibat kandungan bensin yang ada di dalamnya. Seketika itulah tren yang satu ini berhasil merenggut nyawa seseorang ketika mengenakannya. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants for single moms